Umma Pictures

Umma Pictures
Kenangan

Umma Pictures

Umma Pictures
Kenangan

Umma Pictute

Loading...

Umma Pictute

Loading...

Umma Pictute

Loading...

Entradas populares

Aku sedikit sekali mengenal ibuku

Ibu, mereka bercerita tentang ibu-ibu mereka, mereka sayang sekali dengan ibunya, aku juga sangat sayang sama ibu walau kenangan antara saya dan ibu hanyalah sedikit dan ingatanku juga mulai buram. Di kala mereka bercerita banyak tentang ibu-ibu mereka, saya lihat jelas raut wajah yang sangat bangga memiliki ibu yang mereka miliki sekarang. Dari mata mereka terpancar indah cahaya rindu seolah ingin segera memeluk ibunya. senyuman, yah hanya senyuman yang dapat aku berikan pada kalian saat mereka menceritakan itu. tahukah? senyuman itu hanya menggantung di bibir karena sesungguhnya hatiku memberontak rindu, terluka. hal apa yang dapat saya cerita?, IBU.. SAYA SEDIKIT SEKALI MENGENALMU.

Mereka bilang Ibunya cantik
Mereka bilang mata Ibunya Indah
Mereka bilang alis Ibunya indah
Mereka bilang hidung Ibunya mancung
Mereka bilang senyum Ibunya selalu melegakan

Ibu.. saat sy ingin menceritakan itu
yang sy lihat hanya fotomu
saya tak dapat memandangimu secara rinci dan tak dapat melihat senyummu

Mereka bilang Ibunya tukang marah
Mereka bilang Ibunya menjengkelkan
Mereka bilang Ibunya kepo
Mereka bilang Ibunya banyak mengaturnya

Mereka bilang masakan Ibunya enak
Mereka bilang Ibunya pintar masak ini, masak itu

itu yang mereka bilang
dan yang dapat saya katakan

Ibu saya cantik, saya sadari saat melihat fotonya
Mata Ibu saya Indah itu yang saya lihat di foto
senyum ibu saya melegakan, itu ingatan saya yang mulai buram

saya tidak mengenal emosi ibu saya
bagaimana dia senang ?
apa yang dapat membuatnya tertawa?
apa yang membuatnya bersedih?
apa yang membuatnya tersipu malu?
karena SAYA SEDIKIT SEKALI MENGENAL IBU

Ibu, mereka bilang
Ibunya selalu menceritakan masa mudanya kepada anaknya
Ibunya selalu membagi cerita masa muda untuk anaknya
Ibunya selalu mengajari banyak hal dari pengalaman hidup ibu mereka

aahhh... Ibu, aku juga ingin langsung mendengar ceritamu dan memandangi wajahmu.

Ibu, kata mereka Ibu cantik, cantik sekali
Ibu, kata mereka Ibu adalah wanita muslimah
Ibu, kata mereka Ibu adalah anak, adik maupun kakak terbaik
Ibu, kata mereka suara ibu sangat merdu saat membacakan ayat-ayatNya
Ibu, kata mereka Ibu pintar bahasa Arab
Ibu, kata mereka Ibu malaqbi
Ibu, kata mereka Ibu anak yang tak pernah membantah orang tua..

Ibu,,, itu kata mereka, ibu itu cerita mereka..
betapa kuingin mendengarnya langsung dari ibu..

aku yakin hari itu pasti datang..
dimana kita akan bertemu ibu..
dimana dapat kukecup keningmu ibu
dimana saya rasakan hangatnya pelukanmu ibu

hanya itu yang saya tahu tentang Ibu..
saya tidak bisa lagi melihat keseharian Ibu..
Tuhan..
AKU SEDIKIT SEKALI MENGENAL IBUKU

MEMANTASKAN DIRI

 Pernah ku ungkapkan pada seorang teman dan seorang senior dengan nada bercanda
Saya   : Teman ada mi Mura'bi kita carikan ka?
Teman : iye. tinggal mnyesuaikan jadwal ki.
Saya   : wah alhamdulillah, krn lg mau ka ini MEMANTASKAN diri  dengan seseorang. (bercanda) heeheheh
senior :(heboh) cciiieee yang lg mau memantaskan diri...

wah senior ini berlari dan mengumumkan klw sy lg mau memantaskan diri dengan seseorang. padahal sy cuma bercanda hanya untuk memecah keheningan dan juga kata kak senor ini, dia jg lg bercanda krn sy kan orng pling sering di bully sm tmn2, jd kk senior ini juga lg bercanda.. tp aku malah kedinginan  takut orang-orang salah paham.

MEMANTASKAN DIRI. kata2 ini menimbulkan kesalahpahaman
oke sy akan mulai jujur. memantaskan diri disini bukan berarti krn Nurma lg..  ehm.. ehm.. bahkan hr itu senior malah bertanya kapan tanggalnya??

heloo sejak kapan Nurma terjun ke dunia yang sudah jelas akan menyakitkan jika itu belum halal. Alhamdulillah Nurma hingga saat ini pikirannya masih lurus ji. (semoga tdk pernah belok).
perasaanku masih baik, perasaanku belum pernah porak poranda hanya untuk sesuatu yang tdak begitu penting.

MEMANTASKAN DIRI di sini adalah untuk seseorang, seseorang yang mungkin orang lain memanggilnya ibu, mama, ummi, kindo, amma dan sebagainya. aku panggil dia mama.
aku ingin memantaskan diri sebagai ANAKNYA MAMA.
Mama, yh walau tak tahu banyak ttg mama, A'ba, nenen dan tante banyak cerita bahwa mamaku adalah wanita muslimah yang InsyaAllah dirindukan surga. sebagai seorang wanita, mama adalah orang yang sangat luar biasa. pondasi agama yang dia punya juga Subhanallah. mama betapa aku ingin belajar agama lebih dlam bersama mama.

Nurma mencintai mama, tapi cinta Nurma kepada ALLAH harus jauh lebih besar.
Semoga suatu saat nanti ketika tiba waktunya bertemu mama, sy sangat berharap bisa pantas menjadi anaknya dan yang paling utama adalah pantas menjadi seorng manusia beriman yang dirindukan surga INSYAALLAH.
#Ya Allah berilah hamba petunjuk agar dapat memantaskan diri nantinya.

Oki Setiana Dewi


Kekecewaan (5 Januari 2014)

Kekecewaan (5 Januari 2014)
Assalamualaikum
Alhamdulillah ada kesempatan lagi untuk nulis
hari ini aku benar-benar kecewa..
termasuk kecewa sama diriku sendiri..
yah 5 Januari dimulainya ujian Final..
mata kuliah Computer Programming..
final pertama dan lumayan mengecewakan
malam sebelum final, aku ketiduran dan sangat kelelahan, mungkin akibat dari begadang yang tak henti beberapa malam terakhir.. benar-benar sistem kebut semalam..
akhir-akhir ini tugas sangat banyak, biasa kalau mau final emang kayak gini..
apalagi baru kehilangan laptop, kasian -_-
hampir semua tugas harus dimualai dari nol
kerja keras.. Umma.. (untung ada semangat baru)
ya kita balik lagi ke cerita, malam menjelang final, malam itu seharusnya aku belajar keras tapi malah aku ketiduran tapi tahukah sepanjang tidur itu aku nggak bahagia, malam itu aku gelisah, sangat gelisah. karena sudah niat mau belajar jadinya tidur-bangun-tidur bangun.. sampai ngemimpiin ujian dalam mimpi yang terpotong-potong.
aku bermimpi, terlambat datang ke kampus
aku bermimpi, soalnya sulit banget
aku bermimpi, gerbang ke lab belum terbuka
aku bermimpi, ujiannya sudah selesai, aku baru datang
huft masih banyak lagi tapi nggak ingat

benar-benar malam yang melelahkan. subuh harinya aku terbangun dan belajar tapi hanya sedikit karena tiba-tiba tubuhku menggigil. aku menoleh ke kipas angin yang selalu menemaniku dikala aku kepanasan, wah kipas anginnya nggak bergerak, terus kenapa saya menggigil?, aku kembali memperbaiki posisi tidur. aku takut kalau hari ini nggak bisa ikut ujian. Ya Allah beri aku kesehatan, gumamku dalam hati.
pagi hari aku menunggu Sayu yang sangat setia selalu menjemputku.
terima kasih Sayu telah menjadi orang terbaik yang selalu mendampingiku dalam segala hal :)

wah pagi itu aku FO jadi harus datang cepat trus nyalain komputer dan membersihkan.
setelah tiba di kampus aku langsung berlari naik ke lantai 3, lain halnya Sayu yang singgah ngerumpi dulu sama teman-teman karena kebetulan Sayu lg nggak tugas hari ini.
sesampainya di lantai 3, wah bapak dosen udah ada dalam ruangan dan rupanya dia juga baru datang, mau masuk dalam ruangan tapi takut, aku ngirim sms ke Sayu supaya segera menghampiriku dan membantuku menyalakan 23 komputer. berselang beberapa waktu akhirnya ujian pun dimulai. rasa was-was sedikit menghampiriku, bagaiman tidak?, saya datang berbekal ilmu yang sedikit dan berharap (looping) nggak masuk karena sama sekali nggak tahu hal itu. pencabutan untuk urutan tempat pun dimulai. saya berharap berada di tempat yang sangat tersembunyi dan berharap bisa duduk di depan komputer no.10(komputer idamanku yang tersembunyi dan selalu menjadi tempat istirahat kalau udah capek kerja tugas, hehhee upsss)
oh ternyata saya duduk di kursi depan komputer no.19 tepat di belakang kursi no.10.
hmhm nggak apalah. yang terpenting masih dikit tersembunyi kok.
bapak dosenpun mulai memberi tahu rambu-rambu ujian. rambu-rambu ujian cukup extrime yaitu bapak dosen akan mencatat kesalahan kesalah fatal selama ujian termasuk bergerak sekian derajat.
soal yang berpaket2 dan di acak. sistem ujian yang cukup keren.
aku mulai membuka soal.. tedooottt...teeddooott...
apa ini? mati saya, gila saya, tahukah kata2 itu bermunculan di kepala saya dan hatiku mulai ngoceh,"beginimi kalau tidurka semalam."
Ya Allah beri aku keajaiban, berulang kali kalimat ini kulantunkan dalam hati.
mataku menoleh ke no.4, ha?? ini soal?. nggak usah jawab deh isinya cuma kesan dan saran selama belajar mata kuliah ini dan ternyata setelah bapak dosen nulis di papan poin-poin tiap soal ternyata soal no.4 juga dapat poin 20 lagi. hufft harus di jawab dong -_-.
waktu ujian lumayan lama tetapi soalnya juga lumayan memakan waktu yang lama.
aku mencoba mengerjakan soal yang menurutku mudah mulai soal no.1 kecuali soal no.4 yah aku sejenak lupa , tapi buat dulu tampilannya, aku bodoh.. sejenak aku lupa rumus volum prisma. wuaahahahaha... bagaimana bisa saya bisa buat program mencari volume prisma melalui Visual Basic kalau tidak tahu dulu rumus volum prisma itu kayak gimana??
sejenak terlintas di otakku.. anak matematika kah aku ini?? gue benar-benar nggak waras.
lanjut ke soal no.2 mentok buat tampilan trus maju ke syntax.. hufft pusing lagi gimana cara kerjanya ini? soal ini butuh kelicikan kita berfikir tuk memanipulasinya aku kebingunan, lanjut lagi ke soal no.3 wah soal yang paling sulit diantara yang dua itu. di soal ini aku hanya buat tampilannya dan beralih ke soal no.2 membuat program mencari akar-akar dari sebuah persamaan kuadrat, bimillahirrahmanirrahim, beri aku keajaiban Ya Allah..
aku mengerjakannya, teringat nenek papa (orang yang pertama kali mengajariku mencari akar-akar persamaan kuadran waktu masih smp), "terima kasih nenek, terima kasih nenek" gumamku dalam hati sepanjang kerja soal no.2 ini aku terus teringan sama nenek papa. aku memulainya oh kayak gini. dan mencoba menjalankan programnya.. upps syntaksnya salah.. no.2 ini yang ngambil waktuku paling banyak..
aku beralih ke soal no.1, aku baca dengan baik soalnya dan Alhamdulillah aku ingat huhuhu, waktu tersisa 45 menit, ayo nurma semangat.. seolah ada bisikan yang menghampiri telingaku dan ternyata itu suara hatiku.. hehh lebay,...
Alhamdulillah aku berhasil buat programmya dan bergeser lagi ke soal no.2 wah.. wah.. aku ulang lagi eh nggak berhasil lagi.. waktu semakin berkurang, oh yah no 4 ku...
aku beralih ke soal no.4 hanya soal ini yang membuatku tersenyum terbahak-bahak(heheh limit ketawa)
aku menulis semua kesan selama belajar di mata kuliah ini dan sangat berterima kasih sama bapak dosen telah memberiku kesempatan untuk ikut ujian.
terima kasih bapak dosen. berulang kali kutuliskan dalam halaman yang kubuat.
ujian berakhir aku cuman mampu segitu aja. kasian aku ini.. (ini adalah kesalanmu Nurma)
walau begitu penilai pertama adalah Allah baru yang kedia itu bapak dosen. Ingat kejujuran saat ujian termasuk dalam penilaian Allah.
Ujian berakhir, aku melihat wajah yang cerah, wajah yang kusut bahkan yang stengah-stengah juga ada..
raut wajah mereka dapat menggambarkan apa yang terjadi.
akhirnya aku melangkahkan kaki meninggalkan ruangan dan ternya peserta ujian gelombang 2 sudah sangat gelisah meunggu giliran mereka. ada yang mulai bertanya, berapa no?, ada yang bertanya soalnya gimana? dan seabrek pertanyaan lainnya, hmhm beberapa di antara mereka peserta gelombang 1 yang lumayan cerewet ngebocorin soal aku yakin mereka mau dibilang solid ama temannya. tapi saya segera berpindah tempat, saya belajar banyak dari bapak dosen. dia itu sangat profesionalisme. beliau dosen yang sangat profesional yang bisa menjaga dan mengondisikan apa yang berhak dan tidak berhak diberi tahukan ke orang lain walau itu adalah teman kita sendiri.
aku melihat Inggit sedang sibuk belajar tapi tak sedikitpun aku bocorkan soal itu, Inggit itu teman sekost gue yang juga teman tidurku kadang-kadang dan juga teman makanku, Inggit itu udah lebih dari saudaraku. tapi dia tak sedikitpun nanya ke gue tentang soal itu.

SANGAT MENGECEWAKAN

setelah dengar cerita bahwa gelombang pertama nggak akan dapat nilai yang sempurna karena sudah
ngebocorin soal.
saya juga nggak yakin kalau nilaiku bakal sempurna tapi saya nggak mau dibilang ikut ngebocorin soal, saya nggak mau kalau anggapan bapak dosen bahwa semua orang yang ada pada gelombang satu itu ngebocorin soal. sekali lagi Allah mengetahui segalanya. apa dan yang tidak kulakukan.

Ririz, setelah ujian aku bersamanya hingga dhuhur juga bersama Sayu karena Ririz masuk gelombang 3, sedikitpun aku dan Sayu tak memberi tahunya karena saya belajar banyak dari bapak dosen.
siapa pun dia kita harus mengondisikan keadaan.. Nepotisme nggak boleh berlaku dalam hal ini.

hari ini aku benar-benar kecewa..
hatiku sakit setelah dengar cerita kalau gelombang pertama itu nasibnya sangat kasihan.
bagaimanapun yakinlah Umma bahwa Allah lah penilai pertama dari semua ini.

#jari-jariku mulai pegal..
mau istirahat tapi harus lanjut untuk ujian besok..
semangat anak bangsa..
semangat..

Aku Merindukanmu

Dalam sepinya malam yang menggigil
Gelap penuh gangguan nyamuk2 yang berusaha berteman denganku
Tak mampu kumenerima pertemanan dengannya
dia menyakitiku…
Bagaimana bisa ku berteman denganmu nyamuk-nyamuk
engkau mengganggu ketenanganku dalam peristirahatan melepas kelelahanku
dalam kesunyian malam sebagai pelepas segala kelelahan 
memendam rindu yang amat dalam hingga memaksa air mata mengalir lewat ujung mata 
menghiasi wajahku malam itu..
ketika kelopak mata memisahkan terang dan gelap dan aku berada dalam kegelapan di mana khayalku mulai mengambang dan tak berada ditempat biasanya
khayalku mencari arah tak jelas hingga kumenemukanmu..
hal yang sangat kuinginkan sebagai pelepas rindu
untuk melepas dahaga rindu yang terus berkecamuk dalam jiwaku
walau ini pernah terjadi
tapi sungguh diri ini tak pernah sedetik pun menyadari dikala itu bahwa engkau tak lagi bersamaku..
walau engkau selalu berada dalam hati ini..
aku melihatmu...
wajahmu begitu pucat..
tapi sedikitpun aku tak mnanyakan mngapa wajahmu begitu trlihat pucat.. 
karena khayalku membelokkan pandanganku yang hanya beranggapan bahwa engkau hanyalah tertidur lelap..
kukecup keningmu dengan kelembutan
dimana kesunyian menjadi saksi kita berdua..
kuyakin engkau merasakan sangat dalam, kecupan hangat dariku
karena yang kurasa adalah kebahagiaan yang tak terhingga
kebahagiaan yang lahir dari pelega rindu yang amat dalam…
bibirku selalu berkomat kamit
Aku merindukanmu….
Aku merindukanmu…. 
Aku merindukanmu….
Dan malam kemarin engkau hadir melegakan rasa rindu yang terus berkecamuk dalam jiwaku walau itu hanya sebatas mimpi yang menghiasi tidurku..
Bibir dan hatiku kan selalu mengucap Aku merindukanmu…..

Buscar

Memuat...
 

About

Nurmawaddah Rustam Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger